LP2M – Makassar – Pusat Peradaban Islam Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan kegiatan Sekolah Peradaban selama dua hari, Rabu–Kamis, 9–10 September 2026, di Sultan Alauddin Hotel and Convention Makassar.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Alauddin Makassar. Turut hadir dalam pembukaan Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I, serta Kepala Pusat Peradaban Islam Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Nur Syamsiah, M.Pd.I, yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana Sekolah Peradaban.
Sekolah Peradaban diikuti oleh 45 peserta yang terdiri atas mahasiswa, khususnya para pengurus lembaga kemahasiswaan seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas, serta sejumlah dosen UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang penguatan wawasan, gagasan, dan kapasitas peserta dalam memahami arah pendidikan serta tantangan pembangunan peradaban di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Pada hari pertama, Rabu (9/9/2026), peserta mendapatkan materi dari Prof. Dr. H. Zulfahmi Alwi, S.Ag., M.Ag. dengan tema “Kemana Arah Pendidikan di Kampus Peradaban.” Materi tersebut mengajak peserta untuk melihat kembali posisi pendidikan tinggi dalam membentuk manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, nilai, dan tanggung jawab dalam membangun peradaban.
Sementara itu, pada hari kedua, Kamis (10/9/2026), materi disampaikan oleh Prof. Drs. Wahyuddin, M.A., Ph.D. dengan tema “Membangun Peradaban di Era Digital dan AI.” Pembahasan diarahkan pada dinamika perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan serta tantangannya terhadap kehidupan masyarakat, pendidikan, dan masa depan peradaban.

Melalui Sekolah Peradaban, Pusat Peradaban Islam LP2M UIN Alauddin Makassar berupaya menghadirkan ruang dialog dan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dan dosen untuk membahas berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan pendidikan dan pembangunan peradaban.
Keterlibatan pengurus DEMA dan SEMA Fakultas dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam mendorong mahasiswa agar mampu mengambil peran dalam kehidupan kampus dan masyarakat. Dengan bekal wawasan keislaman, akademik, dan kemampuan membaca perkembangan zaman, mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari proses membangun peradaban yang adaptif terhadap perubahan teknologi tanpa kehilangan landasan nilai dan kemanusiaan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi salah satu ikhtiar Pusat Peradaban Islam LP2M UIN Alauddin Makassar dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada pembangunan peradaban.
