KKN UINAM – Semangat pengabdian mulai nampak di Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Posko 8 resmi memaparkan rencana strategis mereka melalui Seminar Program Kerja yang digelar pada Kamis (9 april 2026). Langkah awal ini menjadi fondasi penting sebelum mereka terjun langsung mengabdi di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula kantor desa ini dihadiri oleh berbagai elemen penting desa, mulai dari Sekretaris Desa, Irham Basri; Ketua BPD, Lukman Muharram, S.Pi; Wakil Ketua BPD, Mustafa Kamal, S.Ag; hingga para Kepala Dusun, Ketua RT/RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ketua BPD Lukman Muharram menekankan bahwa kunci utama dari kesuksesan pengabdian ini adalah harmonisasi antara mahasiswa dan warga.
“Kami berharap mahasiswa KKN terus menjalin komunikasi yang intens dengan pemerintah desa dan warga. Sinergi yang baik akan memastikan setiap program berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Lipukasi,” tegas Lukman.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Desa Irham Basri menyampaikan apresiasinya atas kesiapan para mahasiswa. Beliau memandang kehadiran para intelektual muda ini sebagai momen transfer ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan desa saat ini.
Mahasiswa Posko 8 mengusung program kerja yang variatif, mulai dari aspek edukasi, teknologi, hingga spiritualitas. Beberapa agenda unggulan yang dipaparkan meliputi:
- Sektor Peternakan: Edukasi penanganan penyakit PMK & Jembrana untuk membantu peternak lokal.
- Pemberdayaan Digital: Workshop Desain Grafis guna meningkatkan keterampilan teknologi generasi muda desa.
- Sosial & Kreativitas: GRG: Gembira Ria Games sebagai sarana mempererat keakraban antarwarga.
- Spiritual: Al-Kahfi Time untuk memperkuat nilai-nilai religiusitas di lingkungan desa.
“Program yang kami susun ini merupakan hasil observasi terhadap kebutuhan masyarakat. Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pihak agar rencana ini dapat terimplementasi secara optimal,” ujar perwakilan mahasiswa KKN.
Seminar ini ditutup dengan diskusi interaktif yang menunjukkan antusiasme tinggi dari warga. Melalui langkah awal ini, KKN UIN Alauddin Makassar diharapkan tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban akademik, tetapi meninggalkan jejak kontribusi yang positif dan berkelanjutan bagi kemajuan Desa Lipukasi.
