LP2M, Makassar – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar terus memperkuat kolaborasi kelembagaan dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UIN Alauddin Makassar dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (24/9/2026).
Penandatanganan PKS dilaksanakan di Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Opu Daeng Risadju No. 438, Makassar, dan dirangkaikan dengan Upacara Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) ke-66. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian pembahasan kerja sama dan Nota Kesepahaman antara Kementerian ATR/BPN dengan perguruan tinggi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar, Dr. Rosmini Amin, M.Th.I., bersama tamu undangan lainnya. Kehadiran LP2M menjadi bagian penting dalam mendorong implementasi kerja sama, terutama pada bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelibatan mahasiswa dalam berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
PKS yang ditandatangani mengangkat tema “Pemanfaatan Teknologi dan Sumber Daya Manusia dalam Rangka Penyediaan Data dan Informasi untuk Mendukung Program Strategis Pertanahan dan Ruang di Provinsi Sulawesi Selatan.” Kerja sama dilakukan antara Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Selatan dan UIN Alauddin Makassar.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dengan UIN Alauddin Makassar yang ditandatangani pada 9 Juli 2026 tentang Tridharma Perguruan Tinggi dan Peningkatan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Sumber Daya Manusia di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang.
Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, Dr. Rosmini Amin, M.Th.I., menyambut baik kerja sama tersebut karena membuka ruang implementasi yang luas bagi perguruan tinggi, khususnya dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan persoalan nyata di bidang pertanahan dan tata ruang.
“Kerja sama ini merupakan peluang strategis bagi UIN Alauddin Makassar untuk menghadirkan Tridharma Perguruan Tinggi yang semakin kontekstual dan berdampak. LP2M siap mendorong implementasinya melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta KKN Tematik yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam mendukung program pertanahan dan tata ruang di Sulawesi Selatan,” ungkap Dr. Rosmini Amin.
Secara substantif, PKS tersebut memang membuka ruang bagi pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), KKN Tematik, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung penyediaan informasi geospasial tematik pertanahan dan ruang.

Ruang lingkup kerja sama juga mencakup pemanfaatan teknologi dan pengembangan kompetensi SDM, peningkatan kualitas data pertanahan untuk penyelesaian KW456, inventarisasi tanah wakaf/rumah ibadah untuk mendukung percepatan sertipikasi, inventarisasi potensi bidang tanah permukiman, pelatihan dan bimbingan teknis, serta pengembangan KKN dan magang.
Bagi LP2M UIN Alauddin Makassar, kerja sama ini berpotensi dikembangkan menjadi model KKN Tematik Pertanahan dan Tata Ruang, dengan mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pengumpulan dan pengolahan data, pemetaan, inventarisasi, dan kegiatan lapangan lainnya dengan tetap berada dalam pendampingan dan kendali mutu. Dalam PKS, mahasiswa UIN Alauddin Makassar secara eksplisit ditempatkan sebagai peserta yang dapat ditugaskan dalam kegiatan pengumpulan data, inventarisasi, pemetaan, verifikasi, dan pengolahan data.
Momentum Hari Agraria dan Tata Ruang ke-66 sekaligus menjadi penguatan komitmen bersama bahwa kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi perlu diarahkan pada hasil yang nyata bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, UIN Alauddin Makassar diharapkan dapat memperluas kontribusi akademiknya dalam mendukung penyelesaian persoalan pertanahan, penyediaan data dan informasi yang berkualitas, serta pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Sinergi UIN Alauddin Makassar dan ATR/BPN Sulawesi Selatan diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut dalam program-program implementatif yang melibatkan dosen, mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat sebagai wujud nyata Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak
