KKN UINAM, Sinjai Timur- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 Posko Desa Tongke-Tongke melaksanakan Seminar SERASI (Sekolah Ramah dan Anti Bullying) di dua sekolah dasar di wilayah Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 di SDN 30 Tongke-Tongke dan dilanjutkan pada 28 Agustus 2026 di SDN 29 Maroanging.
Program SERASI merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bergerak di bidang pendidikan dengan fokus pada peningkatan pemahaman siswa mengenai bullying atau perundungan. Program ini dirancang untuk mengenalkan kepada siswa berbagai bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan di SDN 30 Tongke-Tongke diikuti oleh sekitar 80 siswa kelas V dan VI. Seminar menghadirkan Revalina Rivana, Melisa Ramadhani, dan Rezky Anungrah sebagai pemateri. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kepala SDN 30 Tongke-Tongke, Muhammad Qadri, S.Pd., serta Dosen Pembimbing Lapangan KKN, Dr. Nursalam, S.Pd., M.Si.
Sementara itu, pelaksanaan SERASI di SDN 29 Maroanging diikuti oleh 38 siswa kelas V dan VI. Materi disampaikan oleh Syifa Urrahmah, Melisa Ramadhani, dan Rezky Anungrah. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kepala SDN 29 Maroanging, Hj. Nur Andryanti, S.Pd.SD.
Rangkaian kegiatan di kedua sekolah berlangsung melalui beberapa tahapan, yakni pembukaan, sambutan, penyampaian materi, games edukatif, sesi tanya jawab, hingga penutupan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat terlibat secara aktif dalam memahami persoalan bullying.
Dalam seminar tersebut, siswa diajak mengenali pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak yang dapat ditimbulkan, serta berbagai cara untuk mencegah dan menghadapi tindakan perundungan. Materi tersebut menjadi penting karena tindakan bullying tidak hanya dapat memberikan dampak bagi korban, tetapi juga memengaruhi hubungan sosial dan suasana lingkungan sekolah.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung, khususnya ketika memasuki sesi games edukatif dan tanya jawab. Siswa tampak aktif mengikuti kegiatan dan berani menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan terkait materi yang diberikan. Interaksi tersebut membuat suasana seminar menjadi lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih sederhana.
Salah satu bagian penting dari kegiatan ini adalah upaya mengajak siswa untuk melakukan refleksi terhadap perilaku mereka dalam berinteraksi dengan teman. Melalui kegiatan dan diskusi yang dilakukan, siswa diarahkan untuk memahami bahwa candaan, perkataan, maupun tindakan tertentu dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman atau menyakiti orang lain apabila dilakukan tanpa mempertimbangkan perasaan teman.
Dari kegiatan tersebut, siswa diharapkan mampu menyadari kesalahan yang pernah dilakukan, saling memaafkan, serta membangun kembali hubungan pertemanan yang lebih positif. Kesadaran tersebut menjadi salah satu langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Pelaksanaan Seminar SERASI menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah bagi anak. Program ini tidak hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan mengenai bullying, tetapi juga mendorong terbentuknya sikap saling menghargai, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian untuk mencegah tindakan perundungan. Melalui kegiatan yang dilaksanakan di dua sekolah tersebut, mahasiswa KKN berharap nilai-nilai yang disampaikan selama seminar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang belajar yang tidak hanya mendukung perkembangan akademik siswa, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari bullying
