Tinggi Moncong, Gowa– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar melaksanakan monitoring riset sekaligus menghadiri kegiatan sosialisasi hasil riset di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Jumat, 7 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi pelaksanaan penelitian berjudul “Optimasi dan Aplikasi Prototipe Teknologi Sensor Lingkungan Pendeteksi Endocrine Disrupting Chemicals Berbasis Nanokomposit TiO₂@C-dots Terdoping Metal-organic Framework PANI-Nickel Rich”.
Riset tersebut diketuai oleh Sjamsiah, S.Si., M.Si., Ph.D., dengan fokus pada pengembangan teknologi sensor lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi keberadaan bahan kimia berbahaya, khususnya residu pestisida di lingkungan pertanian.
Ketua LP2M UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Rosmini, M.Th.I., bersama tim monitoring dan evaluasi LP2M hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Ketua LP2M sekaligus membuka kegiatan sosialisasi riset yang diikuti oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Tinggi Moncong.
Turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa, Ratnawati, S.S., M.Ed., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Camat Tinggi Moncong, Lurah Pattapang, para pelaku usaha, petani, serta masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, tim periset memperkenalkan teknologi “Mora Sense”, sebuah prototipe alat pendeteksi dini pestisida yang dikembangkan melalui riset UIN Alauddin Makassar. Teknologi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu mendeteksi potensi pencemaran bahan kimia di lingkungan pertanian secara lebih cepat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa, Ratnawati, S.S., M.Ed., menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran riset tersebut. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan daerah dalam menjaga keamanan pangan dan kualitas lingkungan.
“Kehadiran riset ini, khususnya alat pendeteksi dini pestisida yang diberi nama Mora Sense, sangat kami nanti-nantikan untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Gowa,” ujar Ratnawati.
Ia berharap teknologi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, petani, maupun masyarakat sebagai instrumen pendukung dalam memastikan produk pertanian yang dihasilkan aman dan berkualitas.

Selain kegiatan monitoring dan sosialisasi riset, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara LP2M UIN Alauddin Makassar dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam bidang penelitian, pengembangan inovasi, ketahanan pangan, perlindungan lingkungan, serta pemanfaatan hasil-hasil riset untuk kepentingan masyarakat.
