Wajo — Fenomena pernikahan usia dini yang masih marak terjadi di berbagai daerah menjadi perhatian serius mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Angkatan 78. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda, mahasiswa KKN menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini di SMP Negeri 3 Tanasitolo, Kabupaten Wajo.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini diikuti oleh para siswa dan siswi SMPN 3 Tanasitolo. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai berbagai dampak negatif pernikahan dini, mulai dari risiko kesehatan, terhambatnya pendidikan, hingga dampak psikologis dan sosial yang dapat memengaruhi masa depan remaja.
Dengan metode penyampaian yang interaktif dan mudah dipahami, para siswa diajak berdiskusi tentang pentingnya merencanakan masa depan, mengejar cita-cita, serta membangun kesiapan mental dan ekonomi sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa tingginya angka pernikahan usia dini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya edukasi, kondisi ekonomi, hingga lingkungan sosial. Karena itu, edukasi sejak usia sekolah dinilai penting agar para remaja memiliki pemahaman yang benar mengenai konsekuensi pernikahan dini.
Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang membuat suasana semakin hidup. Para siswa tampak aktif menyampaikan pendapat serta bertanya mengenai berbagai persoalan remaja yang sering mereka temui di lingkungan sekitar.
Pihak sekolah memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 yang telah menghadirkan edukasi positif bagi para pelajar. Menurut pihak sekolah, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 berharap dapat menjadi bagian dari upaya menekan angka pernikahan usia dini di Kabupaten Wajo. Mereka juga berharap para pelajar semakin termotivasi untuk fokus menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
(Sumber: Cakraonline.com)
