LP2M UINAM – Ajang pemilihan Duta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang digelar oleh PSGA LP2M UIN Alauddin Makassar berlangsung ketat dan edukatif. Sebanyak 24 mahasiswa terpilih dari berbagai fakultas mengikuti rangkaian seleksi yang tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga wawasan dan kemampuan advokasi.
Sebelum melaju ke babak Grand Final, seluruh finalis wajib mengikuti sesi Coaching (pembekalan) intensif selama dua hari penuh. Dalam sesi ini, para calon duta mendapatkan materi eksklusif, mulai dari pemahaman mendalam tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), perspektif gender, hingga teknik public speaking untuk kebutuhan kampanye.

“Duta PPKS bukan sekadar gelar seremonial. Mereka disiapkan untuk menjadi role model dan garda terdepan dalam merespons isu-isu kekerasan di lingkungan mahasiswa. Oleh karena itu, materi yang didapatkan selama coaching menjadi bekal utama mereka,” ujar salah satu panitia pelaksana.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Diskusi interaktif mewarnai setiap sesi, di mana para finalis aktif menggali ilmu dan bertukar pandangan terkait kasus-kasus kekerasan seksual yang kerap terjadi di lingkup kampus.

Setelah melalui tahapan coaching dan wawancara mendalam, para finalis akan menampilkan bakat dan visi-misinya di panggung puncak Grand Final. Diharapkan, siapa pun yang terpilih nantinya dapat menjadi pelopor ruang aman bagi sesama mahasiswa di UIN Alauddin Makassar.
